Cegah Malaria, Satgas Yonif MR 412 Kostrad Melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya

2019-07-10 00:00:00

Tim kesehatan Satgas Pamrahwan Yonif MR 412 Kostrad yang di pimpin oleh dokter Satgas, Letda Ckm dr. Rio melakukan pemerikasaan kesehatan guna mencegah mewabahnya penyakit Malaria kepada masyarakat di Distrik Nume Kabupaten Puncak Jaya dan Distrik Jigonikime Kabupaten Tolikara, Selasa (09/07/2019).

Tim kesehatan Satgas Pamrahwan Yonif MR 412 Kostrad yang di pimpin oleh dokter Satgas, Letda Ckm dr. Rio melakukan pemerikasaan kesehatan guna mencegah mewabahnya penyakit Malaria kepada masyarakat di Distrik Nume Kabupaten Puncak Jaya dan Distrik Jigonikime Kabupaten Tolikara, Selasa (09/07/2019).

Kegiatan pemeriksaan malaria ini merupakan kegiatan tidak terjadwal karena atas laporan masyarakat saat tim kesehatan Satgas Pamrahwan Yonif MR 412 Kostrad sedang melaksanakan pemeriksaan rutin keseluruh jajaran pos. Pada saat pemeriksaan di Pos Nume, Kepala Distrik Nume Bapak Anton Koroba sedang berada di pos untuk meminta bantuan karena banyaknya warga yang mengeluh sakit dengan gejala seperti penyakit Malaria.

Setelah menerima laporan tersebut, dokter Satgas dibantu dengan beberapa orang personel dari Pos Nume langsung menuju ke Kampung Nume yang tidak jauh dari pos dan segera melakukan pemeriksaan. Pada saat proses pemeriksaan, salah satu pendeta dari Kampung Jigonikime Distrik Jigonikime Kabupaten Tolikara menghampiri dokter Satgas dan melaporkan kejadian yang sama yang terjadi di kampungnya.

Letda Ckm dr. Rio mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan lewat analisa singkat, saya membuat keputusan untuk segera melakukan pemeriksaan kepada warga Kampung Nume dan Kampung Jigonikime yang mungkin terjangkit penyakit Malaria.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan kepada hampir 100 Kepala keluarga di dua kampung tersebut, saya nyatakan bahwa daerah tersebut terbebas dari Malaria. Opini yang terbangun di masyarakat merupakan hasil dari pemahaman mereka sendiri mengenai diagnosa penyakit mereka,” ungkapnya.

“Hal ini disebabkan juga ketiadaan tenaga kesehatan yang berada di 2 kampung tersebut dikarenakan banyak dari tenaga kesehatan tersebut tidak berani untuk berada disana disebabkan kurangnya keamanan. Setelah kami berikan pengobatan dan sosialisasi kami harap kedepannya warga yang sakit dapat berobat ke pos-pos kami sehingga kami dapat memberikan pertolongan pertama bagi mereka.” Pungkas Dokter Satgas.